Benarkah Gejala Umum Virus Flu Burung Clade Baru Mirip Influenza?

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 27 Februari 2023 12:38 WIB
Virus flu burung clade baru. (foto: Shutterstock)
Share :

VIRUS flu burung baru atau 2.3.4.4b tengah menjadi sorotan dunia karena telah menewaskan satu gadis di Kamboja. Melihat perkembangannya, Pemerintah Indonesia mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu Burung Clade Baru ini, meski risiko infeksi pada manusia masih rendah.

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Maxi Rein Rondonuwu virus ini mudah cepat menular. Sehingga virus memiliki kecenderungan zoonosis atau berpotensi menyebar ke manusia.

 

"Saat ini memang belum ada laporan penularan ke manusia, tapi kita tetap harus waspada” kata dr Maxi dikutip dari Sehat Negeriku laman Kementerian Kesehatan, Minggu (26/2/2023).

Atas kewaspadaan virus flu burung, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Nomor PV.03.01/C/824/2023 tentang Kewaspadaan Kejadian Luar Biasa Flu Burung (H5N1) Clade Baru 2.3.4.4b yang ditetapkan pada 24 Februari 2023.

 BACA JUGA:Update Kasus Flu Burung, Dampak Kasus Kamboja Kemenkes Keluarkan SE

Berdasarkan laporan Times of India, ada beberapa gejala yang tampak dari kontak erat si gadis Kamboja yang dikabarkan meninggal akibat flu burung jenis baru. Seperti mata merah, demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kelelahan, hingga sesak napas.

Gejala ini hampir sama seperti gejala influenza yang dikutip Healthline.  Antara lain seperti sakit tenggorokan, bersin, pilek, demam, otot pegal, tubuh menggigil, berkeringat, sakit kepala, batuk kering, hidung tersumbat, kelelahan dan kelemahan.

Meski begitu Kemenkes mulai melakukan perhatian khusus untuk kasus flu burung ini. Mengingat sudah adanya temuan kasus di Kalimantan Selatan, meski bukan pada manusia.

Kepada Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten atau Kota dan kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk melakukan koordinasi, dan kerjasama dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan, serta sektor terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian flu burung pada manusia.

Dinkes Provinsi, Kabupaten atau Kota juga diimbau bergegas menyiapkan fasilitas kesehatan untuk penatalaksanaan kasus suspek flu burung. Persiapan yang dilakukan harus sesuai dengan pedoman yang ditetapkan, selain tentunya meningkatkan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat untuk pemeriksaan sampel dari kasus dengan gejala suspek flu burung.

 BACA JUGA:1 Anak di Kamboja Meninggal Dunia karena Flu Burung

Pemerintah juga akan menginstruksikan KKP untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri di pelabuhan, bandar udara dan pos lintas batas darat negara.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya