BPBD Bali melalui Pos Pengamatan Gunung Agung mengumumkan bahwa status gunung api yang terletak di Kabupaten Karangasem itu normal, namun pendaki tidak direkomendasikan menginap selama pendakian di malam hari.
"Ada rekomendasi jangan sampai turun ke kawah karena potensi bahayanya besar, tidak direkomendasikan untuk menginap di malam hari," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG Dewa Made Mertheyasa dalam konferensi pers secara daring di Denpasar, Senin (27/2/2023).
BACA JUGA:Pendaki yang Nyalakan Bom Asap di Gunung Gede Terancam Dipenjara dan Denda Rp50 Juta
Dewa menyatakan status Gunung Agung aman, tapi bukan berarti dapat sebebas-bebasnya melakukan proses pendakian di tengah cuaca ekstrem Bali belakangan.
"Kalau pun banyak wisatawan yang naik mendaki tapi tiap ke pos pengamatan dikatakan aman karena gunungnya masih normal, saya sarankan agar proaktif mencari informasi BMKG, karena akhir-akhir ini cuaca ekstrem kadang angin kencang dan hujan deras tiba-tiba," ujarnya seperti dilansir dari ANTARA.
BACA JUGA:Viral Pendaki Nyalakan Bom Asap di Puncak Gunung Gede Pangrango, Netizen: Norak!
Kepada wisatawan maupun calon pendaki, disampaikan bahwa terdapat empat lokasi titik sirine di gunung tersebut, di mana saat ini alat tersebut tidak menunjukkan situasi apapun karena kondisi Gunung Agung sedang normal.
Namun, kata Dewa, apabila aktivitas gunung meningkat, maka pendaki diharapkan untuk mengambil jarak setidaknya 4 kilometer dari titik-titik sirine.