Kemenparekraf: Desa Wisata Harus Mengenal Potensi dan Keunikan Bernilai Jual

Rizka Diputra, Jurnalis
Selasa 28 Februari 2023 01:02 WIB
Kemenparekraf RI gelar sosialisasi sadar wisata di 4 desa wilayah Magelang, Jawa Tengah (Foto: Dok. Kemenparekraf)
Share :

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar kampanye sadar wisata 5.0 yang diawali oleh tahap sosialisasi.

Kegiatan ini berlokasi di 4 desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang bertujuan untuk mendorong desa-desa yang tengah merintis pengembangan sektor pariwisata guna menggali potensi pariwisata, sehingga dapat diolah menjadi produk pariwisata yang bernilai jual.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini M. Paham, berujar bahwa dari sekitar 7.200 desa wisata di Indonesia, telah terpilih desa-desa wisata yang menjadi sasaran pelaksanaan kampanye sadar wisata 5.0.

“Program ini didukung sepenuhnya oleh Bank Dunia di tahun 2022 dan 2023, untuk itu desa-desa wisata terpilih harus dapat memanfaatkan dan memaksimalkan program ini dengan baik, sehingga program menjadi tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Martini dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Februari 2023.

Kampanye sadar wisata 5.0 kata dia, bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan mengelola potensi desa wisata, sehingga pelaku pariwisata siap menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan wisatawan.

Rangkaian kegiatan kampanye sadar wisata 5.0 sendiri diawali tahap sosialisasi berupa pelatihan satu hari menyasar para pelaku pariwisata, serta pihak terkait di desa. Kali ini, sosialisasi sadar wisata 5.0 dilaksanakan pada 25-26 Februari, di 4 desa wisata di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yakni Desa Wisata Treko, Gondang, Pagersari, dan Ambartawang.

Keempat desa ini memiliki bentang alam memukau berlatar pegunungan, persawahan, dan perkebunan. Potensi wisata alam juga dilengkapi adanya sumber mata air yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Selain itu, setiap desa memiliki pelaku budaya yang potensial untuk mendukung kepariwisataan, juga diperkaya potensi bidang kuliner dan kriya.

Tercatat, dari 230 daya tarik wisata yang dimiliki Kabupaten Magelang, lebih dari 80 di antaranya berupa wisata alam. Dengan kreativitas masing-masing, desa-desa wisata yang tengah merintis pembangunan pariwisata ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi alam, guna mendorong perekonomian dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein mendorong adanya gerakan swadaya yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata, seperti halnya Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis.

“Gerakan swadaya seperti ini diharapkan memunculkan rasa memiliki dalam diri warga terhadap kemajuan pariwisata di desanya,” kata Ahmad.

Dirinya mengapresiasi tidak hanya desa wisata sekitar Borobudur yang tersentuh program kampanye sadar wisata 5.0, melainkan juga 15 desa lainnya di luar wilayah Borobudur.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh peserta memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan dengan maksimal, serta mengimbau terselenggaranya kerja sama kolektif berbagai pihak agar tercapai hasil yang diharapkan.

Setelah sebelumnya berlangsung di 65 desa wisata pada tahun 2022, pada tahun 2023 kali ini kampanye sadar wisata berlanjut di 90 desa wisata di 6 destinasi pariwisata prioritas yakni Danau Toba, Borobudur-Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Labuan Bajo dan Wakatobi.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya