KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar kampanye sadar wisata 5.0 yang diawali oleh tahap sosialisasi.
Kegiatan ini berlokasi di 4 desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang bertujuan untuk mendorong desa-desa yang tengah merintis pengembangan sektor pariwisata guna menggali potensi pariwisata, sehingga dapat diolah menjadi produk pariwisata yang bernilai jual.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini M. Paham, berujar bahwa dari sekitar 7.200 desa wisata di Indonesia, telah terpilih desa-desa wisata yang menjadi sasaran pelaksanaan kampanye sadar wisata 5.0.
“Program ini didukung sepenuhnya oleh Bank Dunia di tahun 2022 dan 2023, untuk itu desa-desa wisata terpilih harus dapat memanfaatkan dan memaksimalkan program ini dengan baik, sehingga program menjadi tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Martini dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Februari 2023.
Kampanye sadar wisata 5.0 kata dia, bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan mengelola potensi desa wisata, sehingga pelaku pariwisata siap menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut kedatangan wisatawan.
Rangkaian kegiatan kampanye sadar wisata 5.0 sendiri diawali tahap sosialisasi berupa pelatihan satu hari menyasar para pelaku pariwisata, serta pihak terkait di desa. Kali ini, sosialisasi sadar wisata 5.0 dilaksanakan pada 25-26 Februari, di 4 desa wisata di Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yakni Desa Wisata Treko, Gondang, Pagersari, dan Ambartawang.
Keempat desa ini memiliki bentang alam memukau berlatar pegunungan, persawahan, dan perkebunan. Potensi wisata alam juga dilengkapi adanya sumber mata air yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata. Selain itu, setiap desa memiliki pelaku budaya yang potensial untuk mendukung kepariwisataan, juga diperkaya potensi bidang kuliner dan kriya.