EXECUTIVE Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo memberikan arahan kepada seluruh karyawan dari Tim Programming, Production dan Teknik dari 4 TV dan Digital (RCTI, GTV, iNews, MNCTV, dan RCTI+).
Pengarahan itu disampaikan dalam acara Workshop bertajuk "Enchancing and Producing MNC Media Contents Quality in Disruptive & Competitive Industry" yang diselenggrakan di Studio RCTI+, MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada hari ini, Rabu (22/2/2023).
Seluruh karyawan yang kompak mengenakan seragam kebanggaan masing-masing stasiun televisi yang bernuansa biru, terlihat antusias mengikuti pengarahan yang diberikan oleh Hary Tanoesoedibjo.
Penyampaian dari Hary Tanoe yang begitu interaktif, mulai dari melempar pertanyaan dan beberapa candaan yang menimbulkan gemuruh tepuk tangan dan gelak tawa dari para karyawan menjadikan suasana workshop yang berjalan sekitar satu jam itu begitu menyenangkan.
Meski dalam suasana santai, banyak poin penting yang disampaikan untuk melecut semangat para karyawan menyajikan program-program terbaik di setiap stasiun televisi MNC Group.
Hary Tanoesoedibjo sempat membagikan kisah bagaimana dirinya yang sebelumnya tidak pernah berkecimpung di dunia media hingga dipercaya untuk menciptakan sebuah ekosistem media yang dibangunnya sejak menjadi Direktur Utama RCTI.
Hary Tanoesoedibjo keliling dunia untuk mempelajari bagaimana stasiun televisi berjalan dan terus dikembangkan. Sampai ia menemukan sesuatu yang berbeda saat menyambangi Hollywood dan Meksiko.
"Saya tidak punya background media ketika membangun RCTI dan lainnya, akhirnya saya keliling dunia. Saya ke Hollywood, disana very kompetitif. Lalu ke Meksino dimana ada talent academy seperti di Korea, sehingga mereka membuat sebuah ekosistem media,"ungkap Hary Tanoesoedibjo saat Workshop Programming, Production dan Teknik dari 4 TV dan Digital di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (22/2/2023).
Usai berkelana keliling dunia, Hary Tanoesoedibjo menerapkan ilmu yang didapatnya dengan membangun sebuah eksosistem media, mulai dari fasilitas produksi, talent yang dibutuhkan, dikemas secara mandiri oleh perusahaan melalui unit bisnis yang ada.
Lalu, proses distribusi konten yang diproduksi pun juga dilakukan secara mandiri dengan media yang lengkap, mulai dari televisi, online, radio hingga yang sedang berkembang saat ini, OTT.
"Mulai pelan-pelan buat fasilitas produksi, buat production house seperti adanya ada MNC Pictures, lalu juga membangun talent management seperti Star Media Nusantara,"pungkasnya.
(Vivin Lizetha)