OLAHRAGA memang diperlukan, paling tidak 30 menit sehari selama 5 hari atau 150 menit dalam seminggu. Meski demikian, kita juga harus mengukur kemampuan kita kala berolahraga, jangan sampai niat menjadi sehat malah berubah jadi celaka.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Dony Yugo, SpJP dari Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita mengatakan, seseorang harus segera beristirahat jika denyut nadi sudah melebihi batas. Adapun denyut nadi yang normal saat berolahraga berat adalah 220 dikurangi usia.
Menurutnya, ada beberapa sinyal atau tanda dari tubuh yang mengharuskan seseorang segera beristirahat atau mengurangi beban aktivitasnya.Tanda-tanda tersebut mulai dari rasa tidak nyaman di dada, sesak, hingga jantung yang berdebar-debar.
"Kalau mulai sakit dadanya, merasa tidak nyaman di dada, lalu nafasnya ngos-ngosan, sesak, jantungnya berdebar-debar, harus waspada bahwa tubuh sudah capek," kata Dony seperti dilansir dari Antara.
"Misalnya usianya 40, artinya maksimalnya 180 per menit. Kalau sudah lebih, istirahat, kurangi intensitasnya. Tapi kalau istirahat, normalnya adalah 60 sampai 100 kali per menit," tambah Dony.
Menambahkan, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP(K) menyebut seseorang harus berolahraga, guna mengenali sinyal tubuh yang mengharuskannya beristirahat. Dengan rutin berolahraga, maka kita akan tahu tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh kita.
"Contohnya, jika Anda olahraga teratur misalnya jogging satu jam sehari, lalu tiba-tiba setengah jam aja sudah capek banget. Atau, kita biasa naik tangga tiga lantai di kantor dan tidak apa-apa, ini satu lantai aja sudah enggak sanggup. Itulah yang jadi alarm," kata Dicky.
"Tapi bagi orang yang malas, enggak pernah jogging atau bersepeda atau berolahraga lainnya, enggak pernah naik tangga, bagaimana dia tahu kalau dia ada perubahan di tubuhnya yang sebenarnya itu adalah alarm?" lanjut dia.
Ia pun mengingatkan bahwa durasi olahraga yang dianjurkan adalah minimal 30 menit sehari dan dilakukan minimal tiga hari dalam seminggu. "Artinya, kalau lima hari dalam seminggu dan lebih dari 30 menit misalnya sejam sehari, itu lebih optimal. Jadi, jangan selalu ambil yang minimal kalau bisa," ujarnya.
Tanda-tanda tubuh harus istirahat tak bisa dianggap sepele guna menghindari hal-hal tidak diinginkan yang berisiko terhadap kesehatan. Apalagi baru-baru ini, viral di media sosial seorang kurir meninggal karena kelelahan saat mengantarkan paket.
Meski bukan menjadi penyebab seseorang meninggal dunia mendadak, Dony mengatakan kelelahan yang berlebihan dapat memicu henti jantung jika orang tersebut memiliki riwayat penyakit jantung. "Misalnya dia sudah punya penyakit jantung, terus dia terlalu lelah, itu bisa memicu terjadinya henti jantung," kata Dony.
(Martin Bagya Kertiyasa)