Tak hanya itu, dari tes darah juga terlihat kelompok ini berusia dua hingga tiga persen lebih lambat dibandingkan kelompok non-diet selama penelitian. Tak heran, hasilnya bisa mengurangi risiko kematian muda hingga 15 persen, sama dengan perokok yang berhenti merokok.
Lebih lanjut disebutkan, para ilmuwan mengatakan bahwasanya makan terlalu banyak membuat sel-sel tubuh jadi bekerja terlalu keras dan menyebabkan sel-sel tubuh akhirnya mengalami lebih banyak kerusakan dan menua lebih cepat.
Pada akhirnya, meningkatkan risiko seseorang menjadi gemuk dan mengidap diabetes, kanker, stroke, atau mengalami serangan jantung.
BACA JUGA:Studi: Paparan Singkat Asap Knalpot Mobil Bisa Rusak Fungsi Otak
BACA JUGA:Studi: Remaja Kurang Tidur Berisiko 50 Persen Lebih Tinggi Kena Penyakit Kronis
(rpa)
(Rizky Pradita Ananda)