Dilansir dari laman UC Davis Health, Minggu (5/2/2023) paparan blue light konsisten ini juga bisa menyebabkan katarak, kanker mata, dan pertumbuhan pada penutup bening di bagian putih mata.
Harus menjadi catatan lebih khusus untuk para orang tua, menurut studi oleh National Eye Institute, anak-anak lebih berisiko daripada orang dewasa. Sebab mata anak-anak karena menyerap lebih banyak cahaya biru dari perangkat digital.
Dijelaskan lebih lanjut, paparan blue light dari saat menggunakan perangkat gawai juga mengakibatkan orang-orang jadi cenderung sangat jarang berkedip yang berimbas pada mata kering dan ketegangan mata. Ketika mata tegang, akhirnya menimbulkan gejala seperti sakit kepala, penglihatan kabur, dan nyeri pada leher serta bahu.
Tak hanya sampai di situ, blue light juga dapat memengaruhi tidur. Sebab, paparan sinar biru sebelum tidur bisa mengganggu pola tidur seseorang, karena memengaruhi saat tubuh memproduksi melatonin. Efek jangka panjangnya, gangguan sistem sirkadian seperti ini bisa berkembang jadi diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, kanker, gangguan tidur, dan disfungsi kognitif.
BACA JUGA:Mengenal Beda Speech Delay dan Speech Disorder, Mana yang Lebih Berbahaya
BACA JUGA:Rekonstruksi dengan Implan dan Flap, Harapan Baru untuk Pengidap Kanker Payudara?
(Rizky Pradita Ananda)