Mengenal Beda Speech Delay dan Speech Disorder, Mana yang Lebih Berbahaya

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Rabu 01 Februari 2023 14:32 WIB
Ilustrasi Speech Delay. (Foto: Freepik)
Share :

SALAH satu momen yang ditunggu oleh para orang tua adalah ketika anak mereka berhasil mengucapkan kata-kata. Mengucapkan kata-kata memang menjadi salah satu indikator perkembangan anak yang harus terus diamati.

Apalagi ketika sudah menginjak usia 6-12 bulan, mereka akan mengeluarkan kata-kata yang terdengar acak dan tidak bermakna. Sementara untuk bisa merangkai 2-4 kata, biasanya berlangsung di usia 18 bulan hingga 2 tahun.

Nah, ketika anak-anak masih belum lancar berbicara ketika batas umur sudah tercapai, Anda harus hati-hati akan adanya gangguan bicara, seperti speech delay dan speech disorder. Meski terlihat mirip, speech disorder dan speech delay itu berbeda, lho. Apa perbedaan speech delay dan speech disorder? Berikut seperti dilansir dari KlikDokter.

Dokter Gia Pratama menjelaskan, speech delay mengacu pada anak yang lebih lambat mengembangkan keterampilan bicara dan bahasa dibanding anak-anak pada usia yang sama.

“Sedangkan, speech disorder mengacu pada kesulitan memproduksi suara ucapan yang sebenarnya atau kesulitan mengekspresikan bahasa, contohnya gagap,” jelasnya.

Speech Delay

Gejala speech delay pada anak yaitu:

- Tidak mengoceh pada usia 15 bulan

- Tidak berbicara pada umur 2 tahun

- Ketidakmampuan berbicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun

- Kesulitan mengikuti petunjuk

- Pengucapan atau artikulasi buruk

- Kesulitan menyatukan kata-kata dalam sebuah kalimat

Speech delay pada anak memiliki banyak kemungkinan penyebab. Penyebab speech delay yang umum antara lain gangguan pendengaran, autisme, cacat intelektual, dan masalah mental.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya