“Bahaya BPA juga tidak serta merta berefek. Contohnya gangguan hormon pada anak atau balita yang sedang tumbuh,” kata Neonatologist, dr. Daulika Yusna, Praktisi Kesehatan di sebuah rumah sakit .
“Gangguan lainnya dapat memicu kanker, jika BPA dikonsumsi terus menerus,” tambah dr. Daulika Yusna.
Dokter Spesialis Kandungan dr. Darrel Fernando mengatakan, masyarakat perlu lebih aktif meneliti kode kemasan dan bahan kemasan makanan atau minuman yang akan digunakan.
“Kita harus lebih teliti melihat kode plastik pada setiap produk yang kita gunakan,” katanya. Ia menyebut kode plastik nomor 7 (jenis plastik polikarbonat yang biasa digunakan untuk AMDK galon bekas pakai) yang perlu diperhatikan dalam kemasan makanan atau minuman, karena kode plastik nomor 7 lazimnya mengandung senyawa berbahaya BPA," ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)