MOM sudah sering mendengar tentang istilah baby blues yang kerap dialami para ibu baru pasca-melahirkan. Namun tapi tidak begitu familiar dengan istilah Postpartum Depression (Depresi Postpartum).
Seperti halnya baby blues, depresi postpartum ini juga terjadi pada ibu-ibu yang baru melahirkan. Hanya saja gangguannya bertahan lebih lama, lebih intens, dan lebih serius akibatnya jika terlambat ditangani.
Apa beda gejala baby blues dan postpartum depression?
Ada beberapa perbedaan antara baby blues dan postpartum depression. Baby blues biasa dialami di awal-awal setelah melahirkan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut gejala baby blues,
1. Memiliki suasana hati yang berubah-ubah
2. Merasa sedih, cemas, atau kewalahan
3. Kerap menangis
4. Kehilangan nafsu makan
5. Mengalami kesulitan tidur
Nah, baby blues ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari atau seminggu. Gejala-gejalanya biasanya tidak parah dan tidak membutuhkan pengobatan.
Sementara pada postpartum, gejala-gejala depresinya bertahan lebih lama dan lebih parah. Depresi postpartum dapat muncul kapan saja dalam tahun pertama pasca melahirkan.
Adapun gejala Depresi Postpartum yang dihimpun dari berbagi sumber antara lain sebagai berikut,
1. Pikiran menyakiti bayi
2. Pikiran menyakiti diri sendiri
3. Tidak memiliki kepentingan pada bayi
4. Keraguan tentang kemampuan Anda untuk menjadi ibu yang baik
5. Stres dari perubahan dalam rutinitas kerja dan rumah
6. Kebutuhan realistis untuk menjadi ibu yang sempurna
7. Kehilangan identitas diri yang Anda miliki sebelum hadirnya si kecil. Misalnya bentuk tubuh berubah dari ramping menjadi gemuk.
8. Perasaan kurang menarik
Bila gejala di atas sudah terlihat, penderita disarankan segera ditangani oleh dokter!
(Dyah Ratna Meta Novia)