Pada versi yang lain menyebutkan bahwa setelah cukup lama berpisah, Pangeran Samudra dan ibunya kembali bertemu. Pertemuannya setelah sekian lama membuat keduanya tidak dapat menahan rindu yang berujung mereka melakukan hubungan suami-istri.
Nahasnya, mereka berdua ketahuan dan dibunuh. Sebelum meninggal, sang pangeran sempat berpesan jika ada yang bisa melanjutkan hubungan intim mereka, maka setiap keinginan mereka akan terkabul.
Tidak diketahui pasti versi mana yang benar. Namun versi kedua adalah versi yang paling banyak diceritakan di Kemukus. Ini pula yang mendasari berbagai ritual yang dilakukan oleh para peziarah yang ingin mencari pesugihan.
Mereka melakukan hubungan intim dengan pasangan yang bukan istri atau suami mereka. Sehingga wajar, banyak ditemukan kain sarung berserakan di area Gunung Kemukus yang digunakan untuk berhubungan badan.
Namun, kini Gunung Kemukus sudah di renovasi oleh pemerintah Kabupaten Sragen untuk merubah pandangan masyarakat tentang Gunung Kemukus. Demikianlah kisah cinta di Gunung Kemukus.
(Salman Mardira)