MENINGKATKAN kesehatan ibu hamil dan janin, sekaligus menekan angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin memastikan pemeriksaan USG akan bisa dilakukan di seluruh Puskesmas pada 2024.
Targetnya, sebanyak 10.321 Puskesmas akan bisa menyediakan layanan antenatal tersebut bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di tahun ini, Menkes merencanakan setidaknya 1.943 puskesmas akan punya layanan USG dan akan terus ditambah jumlahnya sampai 2024. Hingga mencapai target 10.321 puskesmas.
"Di 2023, targetnya akan bertambah 1.943 Puskesmas yang akan punya layanan USG dan di 2024 bertambah 1.492, hingga nantinya akan terpenuhi kebutuhan 10.321 USG di seluruh Puskesmas," terang Menkes Budi dalam keterangan resminya, dikutip Senin (16/1/2023).
Pemeriksaan USG atau Ultrasonografi adalah prosedur yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar bayi yang dikandung saat berada di dalam rahim (rahim).
Selama pemindaian, di kulit perut sang ibu diolesi gel dan probe yang disebut transduser. Pulsa gelombang suara kemudian dikirim dari probe ke bayi, menciptakan gema yang diubah menjadi gambar oleh komputer. Sehingga gambar bayi atau janin yang dikandung bisa ditampilkan di layar monitor.