4. Punya cadangan emas
Timbuktu dirumorkan memiliki harta karun tak terbatas. Rumor ini menyebar hingga ke benua Eropa, membuat orang berbondong-bondong datang.
Pasalnya, pada tahun 1324, Mansa Moussa (Raja Mali yang berkuasa pada tahun 1307-1332) berkunjung ke Makkah membawa ribuan budak dan emas dalam jumlah banyak. Emas ini diambil oleh Moussa dari tambang di sebelah barat Timbuktu.
(Foto: Instagram/@__mcatlas__)
5. Kota cendekiawan
Sebagai tempat perdagangan yang sering dikunjungi banyak orang dari berbagai macam latar belakang, kota ini dengan cepat menjadi tempat pertemuan intelektualisme dan budaya selama abad ke-13.
Pada abad 13 hingga 14 proses belajar dan mengajar Islam berkembang dengan pesat. Pada saat itu, di bawah pemerintahan penguasa Kekaisaran Mali yang sangat terkemuka, Mansa Musa, Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam yang terkenal. Rakyat di wilayah itu begitu gemar membaca buku.