Karenanya setelah pemasangan 25 ayunan dan 25 tenda, tambahnya, Dispar juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta untuk penataan lapak pedagang kali lima (PKL) di areal tersebut.
Pembangunan lapak PKL di konsep tradisional. Artinya, lapak yang akan dibangun merupakan lapak semi permanen yang dibuat dari kayu, dan menggunakan atap alang-alang.
Selain itu, makanan yang akan dijual di kawasan itu merupakan makanan tradisional, dan akan menggunakan peralatan tradisional juga.
"Konsep lapak dan pedagang tradisional ini mirip dengan agro wisata Kebon Ayu Kabupaten Lombok Barat," katanya.
(Salman Mardira)