Meski demikian, ada setidaknya tiga tingkatan gejala yang bisa muncul menurut keparahannya. Pertama, sebagai tahap awal pasien mengalami gejala kaki membengkak, mudah merasa lelah terutama setelah melakukan kegiatan fisik, berat badan meningkat secara signifikan, sering ingin buang air kecil terutama saat malam hari
(Apa Perbedaan Gagal Jantung dan Gagal Jantung Kongestif, Foto: Freepik)
Pada tahap menengah seseorang yang mengalami gagal jantung akan mengalami gejala detak jantung tak beraturan, batuk-batuk akibat pembengkakan paru-paru, napas tersengal-sengal, napas pendek karena paru-paru terisi cairan, dan susah menggerakkan badan karena kelelahan.
Sementara, jika sudah di tahap lanjut, gejalanya bisa berupa rasa nyeri di dada yang bisa jadi ini mengindikasikan serangan jantung, kulit membiru, tanda paru-paru kekurangan oksigen, napas cepat dan pendek, hingga pingsan.
Namun, para peneliti telah menemukan kesimpulan bahwa gagal jantung kongestif tidak berarti vonis mati bagi pasien. Banyak orang yang menderita gagal jantung ringan hingga sedang, tetap bisa hidup lama dan normal dengan bantuan obat-obatan dan perawatan. Demikian sebagaimana dihimpun dari laman resmi Rumah Sakit Primaya Hospital dan Halodoc, Jumat (6/1/2023).
(Rizky Pradita Ananda)