Begini Kronologi Imunitas Paling Kuat Terbentuk

Kevi Laras, Jurnalis
Selasa 03 Januari 2023 14:16 WIB
Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Share :

KASUS Covid-19 di Indonesia makin terkendali, sehingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dicabut oleh pemerintah. Di tengah pencabutan itu, berbagai subvarian hadir, salah satunya BF.7.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan dengan vaksinasi Covid-19 dan sudah pernah terinfeksi (varian apapun), menjadi tameng paling kuat sebab ini menghasilkan imunitas paling kuat.

 

Vaksinasi diketahui merupakan salah satu langkah guna melindungi diri dari perburukan ataupun dirawat di Rumah Sakit.

Namun, ia menegaskan bahwa jangan terbalik jika masyarakat melakukan vaksinasi setelah terinfeksi, justru membuka ruang terjadinya kegawatdaruratan.

"Padahal secara sains juga imunitas paling kuat dan tahan lama adalah vaksinasi plus infeksi. Jadi kalau kita sudah divaksin kemudian sudah terinfeksi imunitas kita paling kuat dan paling lama, tapi jangan kebalikan kalau infeksi dulu baru vaksinasi ada kemungkinan wafat," ungkap Menkes Budi saat ditemui wartawan di Masjid At Tanwir di Jakarta, Selasa (3/1/2023).

 BACA JUGA: Kabar Baik! Peneliti Berhasil Temukan Vaksin untuk Kecanduan Obat

Hal ini menjawab, situasi Covid-19 di negara tetangga China yang tengah naik. Akibat subvarian BF.7 dan BA.2.75, sehingga negara tersebut memutuskan penguncian (lockdown) kembali.

Sebagaimana kondisi di sana, berbeda dengan Indonesia saat ini. Menurut Menkes Budi, subvarian BF.7 tidak dapat menembus sistem kekebalan tubuh (antibodi/Imunitas) masyarakat Indonesia.

"Jadi pada masa perang kita harus tahu musuhnya siapa dan kita mesti kuat sistem pertahanan. Kita alhamdulillah rejeki anak sholeh, imunitas kita luar biasa kuat kombinasi dari vaksinasi dan infeksi, jadi ada secara buatan kita suntik tapi ada secara alamiah memang terjaga," ucap Menkes Budi.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya