Mengutip dari Mirror, lebih 76% orang mengatakan memiliki kesempatan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan adalah alasan paling umum mengapa banyak orang melakukan solo traveling. Jumlah ini pun mengalami peningkatan menjadi 92% untuk usia 35—44 tahun.
Alasan tersebut diikuti oleh kesempatan untuk mengambil waktu istirahat sebesar 63% dan mengunjungi destinasi baru 37%. Sedangkan, kurang dari sepertiga atau 31% mengatakan kesempatan untuk bertemu orang baru bukan menjadi prioritas bersolo traveling.
Berdasarkan alasan tersebut, sebanyak 41% orang memilih solo traveling dibandingkan tahun lalu. Sementara Chief Executive ABTA, Mark Tanzer menjelaskan banyak orang memilih berlibur seorang diri karena untuk meningkatkan kesehatan mental mereka.
(Salman Mardira)