PULAU Satonda di Kecamatan Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) punya keindahan luar biasa. Pantai berpasir putih berpadu dengan laut biru kehijauan sungguh eksotis.
Selain permukaannya yang keren, Satonda juga memiliki alam bawah laut memukau. Menariknya lagi di tengah Pulau Satonda ada danau purba berair asin. Benar-benar layak untuk dikunjungi.
Pulau Satonda terbentuk dari letusan Gunung Satonda ribuan tahun silam. Gunung api purba itu usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan Gunung Tambora yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pulau ini.
Berada di Pulau Satonda, wisatawan dimanjakan dengan pemandangan bukit hijau, danau biru yang tenang, dan hamparan laut.
Perairan sekitar Pulau Satonda memiliki terumbu karang alami dan ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) sejak 1999.
Danau Air Asin Satonda
Danau seluas 2,5 kilometer persegi dengan kedalaman 86 meter mengelilingi Gunung Satonda. Airnya asin.
Dua ilmuwan Eropa, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak pernah meneliti air di Danau Satonda pada 1984, 1989, dan 1996. Mereka menyimpulkan bahwa air di danau tersebut sangat asin dengan tingkat basa lebih tinggi dari air laut biasa.
Ilmuwan tersebut menganggap bahwa cekungan yang membentuk danau ini berasal dari kawah berusia lebih dari 10.000 tahun.
Tapi, masyarakat setempat punya cerita legenda bahwa kalau danau tersebut terbentuk dari air mata Raja Tambora setelah gagal menikahi wanita pujaan hatinya.
Sang raja awalnya meminang si wanita tersebut, tapi ditolak karena wanita itu ternyata ibu kandungnya yang sudah terpisah sejak dia masih kecil. Raja itu pun murka hingga menyebabkan gunung meletus dan membentuk Satonda.