KEMATIAN sang legenda sepak bola Pelé patut menjadi pembelajaran bagi kita semua. Ini bukan kasus pertama selebriti meninggal akibat kanker usus besar, dan salah satu faktor penyebab masalah adalah kebiasaan banyak makan daging merah.
Ya, sudah terbukti secara medis bahwa mengonsumsi banyak daging merah dan daging olahan dapat meningkatkan risiko kanker usus. Kenapa daging merah dan daging olahan meningkatkan risiko?
Dijelaskan dalam Cancer Research UK, bahan kimia yang ada di daging, baik itu ditambahkan secara sengaja selama proses pembuatan daging olahan atau dihasilkan secara alami saat dimasak, adalah penyebab utamanya.
Bahan kimia apa memangnya yang bisa muncul di daging merah dan daging olahan sehingga meningkatkan risiko kanker usus besar?
1. Hem
Ini secara alami ditemukan dalam daging merah dan daging merah olahan. Hem dapat merusak sel dan menyebabkan bakteri di dalam tubuh yang menghasilkan bahan kimia berbahaya. Itu yang akhirnya membuat daging merah dan daging merah olahan dapat meningkatkan risiko kanker.
2. Nitrat dan nitrit
Pada beberapa kasus, daging olahan ditambahkan nitrat dan nitrit untuk menjaga kesegaran yang lebih lama.
Saat seseorang memakan daging yang ditambahkan nitrat dan nitrit, khusus pada nitrit, itu bisa menjadi bahan kimia penyebab kanker (senyawa N-nitroso atau NOC). Bahan kimia ini mungkin menjadi alasan mengapa daging olahan lebih meningkatkan risiko kanker daripada daging merah segar.
3. Amina heterosiklik (HCA) dan amina polisiklik (PCA)
Bahan kimia ini diproduksi saat daging dimasak pada suhu tinggi, termasuk saat daging dipanggang atau dibakar. Mereka ini, HCA dan PCA, dapat merusak sel-sel di usus.
(Vivin Lizetha)