PADA tahun 2022 perkembangan Covid-19 banyak berfokus pada varian Omicron. Jenis varian ini melahirkan banyak 'anak', sampai akhirnya di ujung 2022 kasus sempat naik lagi meski tidak drastis.
Secara lengkap, MNC Portal akan merangkum perkembangan Covid-19 di 2022 dalam artikel berikut ini. Dijelaskan bahwa ada banyak subvarian yang muncul sepanjang tahun ini, apa saja?
1. BA.2
Jika menarik ke awal 2022, Omicron mengejutkan dunia dengan menghadirkan anak pertamanya yaitu BA.2. Kemunculan subvarian ini terjadi pada awal 2022.
Subvarian BA.2 sempat disebut dengan nama 'Omicron Siluman' karena karakternya hampir mirip namun bisa bebas dari kekebalan tubuh. Gegara sifat itu, BA.2 sempat membuat cemas masyarakat global, termasuk bagi mereka yang sudah divaksin dosis lengkap.
Menurut laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laman Ciputra Hospital, di awal kasus BA.2 teridentifikasi setidaknya di 40 negara, termasuk 3 kasusnya di Houston dan beberapa negara bagian Washington.
BA.2 dianggap sangat mudah menular, itu kenapa kenaikan kasusnya sangat cepat di tengah masyarakat. Tak hanya mudah menular, subvarian ini juga sebabkan kesakitan yang lebih serius.
Itu terjadi pada sampel hewan tanpa kekebalan bahwa hewan tersebut setelah terpapar virus BA.2 mengalami penyakit yang lebih parah. Makanya, data yang keluar di Afrika Selatan, Inggris, dan Denmark menunjukkan pasien Covid-19 banyak yang sakit parah karena subvarian ini.
2. BA.2.12.1
Setelah BA.2 hadir, subvarian ini pun bermutasi menjadi salah satunya adalah BA.2.12.1. Kemunculan anak BA.2 ini dilaporkan Medical News Today pada April 2022.
Dijelaskan di sana bahwa subvarian ini menyebar antara 16 hingga 23 April 2022 di Amerika Serikat. Subvarian ini banyak ditemukan di New York, bahkan jadi subvarian yang banyak menyebabkan orang sakit.
"BA.2.12.1 adalah turunan dari BA.2," tegas dr Angela Branche, seorang peneliti dari Pusat Medis Universitas Rochester. Subvarian ini punya kemampuan untuk mereplikasi diri dengan cepat dan menular dengan mudah ke orang-orang.
BACA JUGA: Anak 6 Bulan hingga 11 Tahun Bisa Vaksin Covid-19, Pakai Pfizer Tipe Ini!
3. BA.4 dan BA.5
Subvarian Omicron lainnya yang muncul adalah BA.4 dan BA.5. Di Indonesia sendiri, kedua subvarian ini terdeteksi pada 6 Juni 2022. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, subvarian ini menyebar sangat cepat dibandingkan subvarian Omicron sebelumnya, yaitu BA.1 dan BA.2.
"Tingkat keparahan BA.4 dan BA.5, tidak ada indikasi kesakitan yang lebih parah dari varian Omicron sebelumnya," kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril dalam keterangan resminya.