Bukan karena Kutukan, Batu Malin Kundang 'Si Anak Durhaka' Ternyata Buatan Manusia

Kiki Oktaliani, Jurnalis
Senin 26 Desember 2022 07:01 WIB
Batu Malin Kundang 'Si Anak Durhaka' di Sumbar ternyata buatan manusia, bukan akibat kutukan seorang ibu (Foto: TripAdvisor)
Share :

MASYARAKAT Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan salah satu cerita rakyat dari Sumatera Utara yang sangat populer, Malin Kundang.

Ya, ini adalah kisah seorang anak durhaka yang memperlakukan sang ibu dengan kejam hingga menyakiti hati ibunya dan dikutuklah Malin menjadi sebuah batu.

Batu Malin Kundang terletak di Pantai Air Manis, Padang Selatan, tepatnya di balik bukit Gado-Gado dan Gunung Padang, Sumatera Barat.

Selain pantai yang dijadikan tempat wisata, batu Malin Kundang juga menjadi bagian dari atraksi wisata yang ada di pantai Air Manis yang tak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan.

(Foto: TripAdvisor)

Namun benarkah batu Mande Rubayah alias Malin Kundang ini adalah manusia asli yang terkena kutukan? Berikut cerita sebenarnya;

Karya seorang seniman

Faktanya adalah, batu Malin Kundang yang ada di pantai Air Manis adalah karya seni rupa yang dibuat oleh Dasril Bayras dan Ibenzani Usman pada tahun 1980-an.

BACA JUGA: Wahana Wisata Bernuansa Minang Dibangun di Kawasan Pantai Air Manis

(Foto: TripAdvisor)

Tak banyak diketahui tentang proses pembuatan batu ini, tetapi di sekitar batu Malin kundang yang terlihat layaknya seseorang yang sedang bersujud, di sekelilingnya wisatawan juga dapat menemukan batu-batu yang menyerupai reruntuhan dinding kapal yang dipercaya oleh penduduk setempat sebagai bagian dari kapal Malin yang karam.

Selain itu ada pula gulungan tali tambang, dan juga gentong kayu yang tak luput berubah menjadi batu. Keadaan dari batu Malin Kundang saat ini, tampak tak begitu terawat ditandai hilangnya bentuk batuan tersebut dan kerusakan seperti lubang di banyak bagian patung. Mengingat letaknya yang dekat dengan air pantai yang bersifat korosif.

(Foto: TripAdvisor)

Kebenaran dari cerita rakyat satu ini memang tidak sepenuhnya dapat diamini. Ada sebagian orang yang memercayai bahwa peristiwa tersebut benar apa adanya, dan tak sedikit pula yang beranggapan bahwa cerita Malin Kundang memang sekadar cerita rakyat belaka yang memberikan pesan moral kepada anak-anak agar senantiasa berbakti kepada kedua orangtuanya, khususnya ibu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya