Hingga asal usul penamaan vitamin yang selalu diikuti alfabet sesuai urutan penemuannya. Pada 1910 hingga 1920, Vitamin A, B, C, D, dan E berhasil ditemukan dengan menamainya dengan huruf alfabet. Penelitian itu dilakukan dalam kandungan lemak dan air hingga ditemukan Vitamin A sampai E.
Sementara itu, pada 1920, penemuan vitamin kembali bertambah yakni B1 dan B2. Kendati demikian, penamaan vitamin itu lantas disatukan karena kesamaan dalam sifat, distribusi dalam sumber alam, dan fungsi fisiologis yang sangat tumpang tindih. Mereka pun disebut sebagai Vitamin B kompleks.
Diketahui, Vitamin B tergolong memiliki beragam jenis, mulai dari Vitamin B12 (kobalamin), ditemukan pada 1926, B5 (asam pantotenat), B7 (Biotin) tahun 1931, B6 (piridoksin) pada 1934, B3 (Niasin), dan B9 (asam folat) pada 1941.
(RIN)
(Rani Hardjanti)