Apa yang Dimaksud dengan Malam Kudus? Begini Sejarahnya

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis
Sabtu 24 Desember 2022 10:30 WIB
Jemaat gereja (Foto: Okezone.com)
Share :

Namun pada akhirnya orang-orang yang datang ke gereja di Malam Natal kala itu, justru terheran-heran dan terpesona dengan keindahan melodi dari lagu Malam Kudus tersebut.

Dan dari kejadian itulah, hingga kini lagu Malam Kudus selalu dinyanyikan setiap Malam Natal tiba. Meski ada beberapa sedikit perubahan pada melodi lagu, khususnya di dalam bagian akhirnya.

Stille Nacht Gedachtnis Kapelle atau Kapel Peringatan Malam Kudus

Sejak terciptanya sebuah lagu Malam Kudus di Nicola-Kirche pada tahun 1818, gereja itu pun dihancurkan pada awal 1900-an karena rusak akibat banjir dan karena pusat kota itu dipindahkan ke hulu sungai yang lokasinya lebih aman, dengan sebuah gereja baru yang dibangun di sana dekat jembatan yang baru.

Namun pada akhirnya tempat dari gereja lama itu dibangun sebuah kapel kecil, sebagai bentuk untuk peringatan terciptanya Malam kudus. Bangungan bernama Stille Nacht Gedacthiniskapelle ini berseberangan dengan sebuah rumah yang juga dijadikan sebagai museum.

Tempat tersebut selalu banyak dikunjungi para wisatawan dari seluruh dunia setiap tahunnya, namun akan mengalami lonjakan pada bulan Desember.

Manuskrip Asli Malam Kudus

Manuskrip asli dari Malam Kudus diduga telah hilang, tetapi sebuah manuskrip lain yang ditemukan pada 1995 menunjukkan keasliannya karena ditulis dengan tangan langsung oleh pastor Mohr, yang diperkirakan oleh para peneliti berasal dari sekitar tahun 1820. Bahkan manuskrip tersebut menjadi naskah tertua yang ada dan satu-satunya yang ditulis oleh pastor Mohr.

Hingga kini Malam kudus disebut-sebut mempunyai kemiripan dengan aspek-aspek musik rakyat dan yodeling Austria. Hal ini juga berdasarkan dari pembuat melodi itu sendiri, yaitu Gruber dimana masih dipengaruhi oleh tradisi musik daerah pedesaan tempat tinggalnya di Austria.

Namun tak seindah yang dibayangkan, kepopuleran lagu Malam Kudus justru dulunya pernah terlupakan lho.

Baru populer kembali ketika seorang reparasi orgel menemukan naskah ini pada 1825 dan menghidupkannya kembali. Sampai sekarang kumpulan aransemen pastor Mohr (1820) masih tersimpan rapi di Museum Carolino Augusteum di Salzburg.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya