Apa yang Dimaksud dengan Malam Kudus? Begini Sejarahnya

Andini Putri Nurazizah, Jurnalis
Sabtu 24 Desember 2022 10:30 WIB
Jemaat gereja (Foto: Okezone.com)
Share :

MALAM Kudus menjadi salah satu lagu rohani populer yang wajib dinyanyikan setiap malam Natal oleh umat Kristiani. Dengan nama lain “Stille Nacht”, lirik aslinya ternyata ditulis dalam bahasa Jerman dan dibuat oleh seorang pastor asal Austria Fr. Josef Mohr serta disusun oleh pemimpin paduan suara Austria Franz X. Gryber.

Setiap malam Natal, ratusan orang dari seluruh dunia berkerumun di luar kapel berbentuk segi delapan di Oberndorf, Austria, untuk menyanyikan salah satu lagu Natal paling dicintai dunia ini.

Selama lebih dari 200 tahun, Malam Kudus dirayakan di Oberndorf dan desa-desa lain di provinsi Salzburg sepanjang musim liburan. Salzburg sendiri merupakan sebuah kota yang kaya akan budaya dan sejarah musik.

Kota tersebut juga mempunyai ikatan dengan Mozart dan von Trapp Family Singers, sumber inspirasi untuk film musikal tercinta, The Sound of Music.

Sementara kehidupan para pria di balik Malam Kudus dapat dijelajahi dari beberapa desa tempat mereka tinggal atau bekerja, lagu ini benar-benar berawal dari Oberndorf, sebuah desa kecil di Sungai Salzach, sekitar 20 km di utara Salzburg.

Selama dua abad terakhir, lagu Malam Kudus telah menjadi fenomena budaya, Kidung Natal penting dalam budaya di seluruh dunia. Lagu ini telah diterjemahkan ke lebih dari 300 bahasa dan dialek, termasuk Latin dan Bahasa Indonesia, dan pada tahun 2011 ditambahkan ke daftar Warisan Budaya Tak-Benda Unesco.

Adapun lagu ini telah direkam oleh banyak penyanyi dari dekade ke dekade, dari Bing Crosby hingga Mariah Carey. Pasalnya lagu ini telah lama menjadi inspirasi perdamaian meskipun sekilas.

Hal tersebut dibuktikan dari peristiwa pada malam Natal 1914, saat itu awal Perang Dunia pertama para prajurit di parit-parit di bagian depan Flanders meletakkan senapan dan helm mereka dan menyanyikan Malam Kudus, di antara lagu-lagu Natal lainnya.

Sejarah Terciptanya Malam Kudus

Menurut sejarah, lebih dari 200 tahun lalu lagu ini pertama kali dibawakan di Nicola-Kirche (Gereja St. Nikolas) di Oberndorf, Austria pada Desember. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya pastor Mohr adalah orang pertama yang menyusun liriknya sejak 1816.

Namun dikarenakan orgel di Nicola-Kirche sedang rusak pada malam itu, akhirnya pastor Mohr meminta bantuan kepada Gruber untuk membuatkan melodi dengan iringan gitarnya.

Pada awalnya Gruber tidak menyetujui usulan dari pastor Mohr, hal ini dikarenakan ia khawatir dengan respon jemaat Oberndorf yang tidak menyukai musiknya, apalagi musiknya selesai disusun hanya beberapa jam mendekati misa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya