SUSU kental manis (SKM) dikonsumsi masyarakat untuk berbagai menu. Namun masih ada yang menjadikan SKM sebagai susu untuk memenuhi gizi anak.
Hal ini disayangkan banyak ahli kesehatan ataupun dokter, karena SKM bukanlah susu untuk pemenuhan gizi anak. Menurut pakar kesehatan, Arif Hidayat mengatakan perlu adanya edukasi untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat.
"Dari hasil penelitian mereka, susu kental manis (SKM) masih banyak di konsumsi oleh masyarakat, terutama di remote area. Berdasarkan penelitian, faktor pemberian kental manis karena pemasukan bulanan mereka yang masih banyak dibawah Upah Minimum Regional (UMR)," ungkap Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Dra. Chairunnis dalam keterangannya, diterima MNC Portal, Selasa (13/12/2022)
Hal ini mendapat respon dari dokter spesialis anak, Dr Robert Soertandio. Menurutnya SKM memang lebih banyak mengandung gula. Dibandingkan, nutrisi untuk pemenuhan gizi anak-anak.
"Susu kental manis banyak mengandung gula sedangkan nutrisi lain sedikit," kata Dr Robert kepada MNC Portal, Senin (19/12/2022)
Pemenuhan gizi anak dikaitkan dengan angka stunting di Indonesia yang ada sebanyak 24%. Memang banyak faktor mempengaruhi anak bisa stunting, salah satunya pola makan yang kurang sehat.
Robert pun menyarankan agar para orang tua memberikan susu kepada anak, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Hal ini bertujuan agar mengetahui susu formula (Sufor) apa, yang baik dikonsumsi anak dalam pemenuhan gizi ataupun nutrisinya.
"Susu penambah berat badan termasuk susu formula khusus, susu jenis ini hanya bisa didapat dengan RESEP dokter," jelas Dr Robert
Sekadar informasi, saat ini pemerintah tengah berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia. Berdasarkan data kemenkes target penurunan stunting di Indonesia, sudah ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024.
(Vivin Lizetha)