MENGENAKAN barang mewah akan memancing mata siapapun yang melihatnya. Di berbagai tempat banyak ditemui kasus pencurian, bahkan kota-kota besar di Eropa dan di seluruh dunia telah menyaksikan gelombang perampokan jam tangan mewah, dan pemilik barang mewah sekarang enggan memakainya.
Melansir laman South China Morning Post (SCMP), Serang YouTuber Inggris, bernama Brittany Pearce menjadi salah satu kolektor yang enggan memakai jam tangan mewah seharga USD14 ribu (Rp218 juta) di depan umum.
Hal ini didasari sebuah insiden di mana ia diikuti di sekitar toko oleh seseorang yang mengincar jam tangannya. Pearce khawatir ia akan menjadi korban dari pencurian jam tangan mewah.
Banyak laporan perampokan arloji kelas atas, dan di antaranya dengan kekerasan, melonjak hampir di seluruh dunia.
Meski tidak ada statistik nasional tentang pencurian jam tangan, pihak berwenang di kota-kota besar melaporkan adanya lonjakan.
Layanan Polisi Metropolitan London meluncurkan operasi musim panas untuk mengatasi masalah tersebut setelah jumlah perampokan bersenjata melonjak 60 persen antara Mei dan Juni.
Di London, data polisi menunjukkan bahwa 667 jam tangan Rolex disita antara Januari dan September. Sebanyak 73 jam tangan mewah merek Swiss dicuri di ibu kota Inggris antara awal tahun dan September, naik dari 60 pada periode yang sama tahun lalu.