Intip Keindahan Danau Sentarum, Serpihan Surga Kaya Pesona di Tanah Borneo

Antara, Jurnalis
Senin 19 Desember 2022 16:01 WIB
Danau Sentarum di Kapuas Hulu, Kalbar (Foto: Instagram/@gustamansyah)
Share :

KAPAL wisata bandong perlahan membawa wisatawan menuju hamparan Danau Sentarum. Rasa penasaran tentang keindahan alam di Jantung Borneo tersebut terjawab sudah setelah mereka menempuh perjalanan darat sekitar 19 jam dari Kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalbar.

Hamparan danau memesona dikelilingi perbukitan dan pergunungan tampak di depan mata. Beberapa pulau kecil terserak dinaungi awan berarak seolah mendekap kuat.

Danau Sentarum yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu telah ditetapkan menjadi taman nasional sejak 1999. Berdasarkan Permen LHK Nomor:P.7/Menlhk/Setjen/OTL.0 /1/2016, maka pengelolaan Taman Nasional Betung Kerihun digabung dengan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS).

Luas TNDS mencapai 127,4 ribu hektare dari luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu 29.842 kilometer persegi. TNDS tersebut terbagi beberapa zona yakni zona inti 5.131,43 hektare, rimba 6.781,28 hektare, pemanfaatan bidang wisata 1,309,59 hektare, rehabilitasi 1.976,82 hektare, tradisional 111.298,82 hektare dan khusus 895,46 hektare.

Untuk interaksi masyarakat dengan kawasan terdiri dalam kawasan yang tersebar di Kecamatan Selimbau, Suhaid, Batang Lupar dan Badau atau meliputi 10 desa terdiri 2.292 kepala keluarga (KK) dan 7.751 penduduk.

BACA JUGA: Keren! Festival Danau Sentarum Mendunia, Dipromosikan ke 16 Negara

Kemudian, untuk di sebagian dalam kawasan di empat desa terdiri 1.573 KK dan dengan jumlah 5.326 penduduk. Sedangkan di luar kawasan hanya di Kecamatan Jongkong di dua desa terdiri 464 KK dan 1.481 penduduk.

Danau Sentarum bagi pecinta wisata minat khusus, peneliti dan pegiat wisata dan bahkan wisatawan mancanegara sudah tidak asing lagi.

Satwa dan tumbuhan endemik, hasil hutan dan budaya di TNDS menjadi daya tarik tersendiri untuk datang melihat langsung sekaligus bercengkerama dengan ekowisata yang disajikan.

Secara histori, masyarakat lebih dulu bermukim di TNDS, baru ada penetapan sebagai kawasan taman nasional.

Semangat untuk pelestarian dengan ditetapkannya sebagai taman nasional tentu tidak bisa dibenturkan dengan keberlanjutan penghuninya di kawasan tersebut untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada.

Hal itulah melatarbelakangi dan sekaligus mendorong pengelola TNDS untuk berpikir keras agar dua kepentingan tersebut sejalan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya