MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menceritakan perjalanan karirnya dari karyawan perusahaan yang terdampak krisis, kemudian beralih jadi pengusaha lalu terjun ke dunia politik sampai jadi menteri.
Hal ini diceritakan Sandiaga saat hadir dalam bincang-bincang bersama raja dangdut Rhoma Irama di Podcast Bisikan Rhoma yang tayang melalui kanal YouTube Rhoma Irama Official.
“Saya memulai karier sebagai profesional setelah hampir 8 tahun, kemudian terjadi krisis moneter (1998). Saya di PHK dari pekerjaan saya. Jadi saya secara kecelakaan jadi pengusaha. Saya menikah dengan orang Betawi, kita waktu itu merasakan di titik terendah, kehilangan pekerjaan, pemasukan kurang, saya kembali ke rumah orang tua saya,” cerita Sandiaga seperti dikutip dari video, Sabtu (17/12/2022).
BACA JUGA:Sandiaga Uno : Orang Indonesia Kurang Piknik
“Akhirnya terpaksa saya memulai usaha dibidang yang saya kuasai. Kebetulan pendidikan saya di bidang keuangan dan investasi jadi saya mulai usaha di bidang konsultan keuangan.”
Sandiaga mengatakan bisnisnya ini merupakan titik balik dirinya memulai usaha di bidang konsultasi keuangan dan mulai meningkat menjadi perusahaan investasi. Bisnis yang diberi nama PT Saratoga Advisor itu akhirnya dikenal publik pada 2013 lalu.
“Jadi mulai investasi di Sumber Daya Alam, infrastruktur, dan perusahaan bidang konsumsi,” tuturnya.
Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga merupakan konsultan keuangan untuk beberapa bisnis milik Prabowo. Disitulah titik awal dirinya diperintah oleh Prabowo untuk terjun ke dunia politik.
BACA JUGA:Sandiaga : Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,75 Juta Dibatalkan!
“Dulu saya ditunjuk jadi jubir beliau tapi belum masuk ke Gerindra, 2015 masuk ke Gerindra sekaligus dapat tugas karena waktu itu DKI Jakarta lagi persiapan buat pilkada. Beliau meminta saya jadi calon gubernur,” tuturnya.
Saat ditawarkan perasaan ragu sempat menyelimuti hati Sandiaga Uno sebab dia tidak memiliki banyak ilmu dan pengalaman di dunia politik.
“Saya bilang ke beliau (Prabowo) nggak ada pengalaman di pemerintahan. Terus beliau bilang, sudah ini kamu sudah dapatkan karunia, rezeki melimpah, Indonesia jadi ladang memupuk aset ini, dan sudah saatnya berkontribusi balik. Saya bilang ini DKI susahlah, terus singkat cerita dia perintahkan harus turun. Akhirnya 2016 saya konsultasi juga ke raja (Rhoma Irama) karena ingin mengetahui pandangan masyarakat betawi,” jelasnya.