KISAH pramugari yang selamat usai jatuh dari ketinggian 33.333 kaki atau sekitar 10.159 meter pernah mengguncang dunia sekitar 50 tahun yang lalu. Namanya Vesna Vulovic. Saat peristiwa kelam itu terjadi, ia masih berusia 23 tahun.
Saking dianggap begitu luar biasa kejadian yang dialami oleh Vesna, dia sampai masuk dalam Guinness World Record (GWR) untuk katagori 'jatuh tertinggi dan selamat tanpa parasut'.
Mengutip dari Indian Express, kisah pramugari Vesna ini kembali dibeberkan oleh GWR melalui Twitter.
Kronologi Kecelakaan
Vesna merupakan pramugari di JAT Yugoslav Airlines, maskapai nasional Yugoslavia yang kini jadi milik Serbia. Dia bertugas pada 26 Januari 1972 untuk penerbangan dari Stockholm, Swedia ke Beograd di Serbia.
Pesawat harusnya singgah di dua lokasi yakni di Kopenhagen dan Kroasia. Namun sebelum menyentuh Kroasia, pesawat mengalami masalah.
Sekitar 46 menit setelah lepas landas, ledakan di kompartemen bagasi merobek pesawat jadi tiga bagian. Ketika tekanan di kabin turun, penumpang maupun awak pesawat dipercaya tersedot keluar pesawat.
Tentu saja mereka tak selamat lantaran terkena suhu yang mampu membuat beku dan terjatuh sampai tewas.
Menurut Craig Glenday, Editor dan Kepala, Rekor Dunia Guinness, Vesna tak ikut tertarik ke luar pesawat karena posisinya terjebak di bagian belakang.
"Vesna, bagaimanapun, tampaknya terjebak di bagian belakang pesawat, mungkin terjepit di bagian belakang badan pesawat oleh troli minuman," ungkapnya.
Kemudian, badan pesawat mulai terpisah dari sisa-sisa lainnya serta meluncur ke tanah, tepatnya kawasan berhutan lebat. Bagian pesawat terjatuh, lalu mendarat di salju tebal pada sudut yang dianggap 'menguntungkan' bagi pramugari Vesna.
Dokter yang menangani Vesna mengungkap, tekanan darah Vesna rendah hingga menyebabkannya pingsang dengan cepat saat kabin mengalami penurunan tekanan. Ini lantas mencegah jantungnya meledak saat terkena benturan.
Kondisi Vesna Usai Kecelakaan
Pramugari Vesna mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya usai terjatuh dari ketinggian 10.000 meter. Mulai dari tulang tengkorak,kaki, tulang belakang, panggul, dan beberapa tulang rusuk.
Dia bahkan lumpuh sementara di bawah pinggang dan juga koma selama tiga hari. Beruntung, saat ditemukan dalam reruntuhan, orang pertama yang menghampiri Vesna adalah mantan petugas medis perang dunia 2.
Alhasil, Vesna mendapat pertolongan pertama sebelum tim medis datang. Mengejutkannya, kondisi Vesna membaik setelah sepuluh bulan kemudian.
Dia dapat berjalan lagi walaupun menderita pincang permanen karena tulang punggungnya terpelintir.
Teori Konspirasi
Semenjak kisah pramugari selamat usai jatuh dari ketinggian 10.000 meter beredar luas, beragam teori konspirasi bermunculan. Banyak yang meyakini bahwa sebenarnya pesawat terbang lebih rendah dari pada yang digemborkan dalam laporan kecelakaan.
Tapi teori ini tak terbukti kebenarannya. Pasalnya, berdasarkan data penerbangan dari kotak hitam pesawat (black box) , tercatat ketinggian, percepatan, arah, dan kecepatan pesawat saat ledakan terjadi memang tengah berada di 33.333 kaki.
Vesna Vulović Tutup Usia
Kisah Vesna yang selamat dari kecelakaan maut akan selalu dikenang oleh dunia penerbangan. Meskipun, kini Vesna diketahui telah meninggal di usia ke 66 pada tahun 2016 lalu.
(Salman Mardira)