3. Rute Pasar Pagi, Mangga Dua
Pasar pagi merupakan pusat perbelanjaan yang didirikan pada tahun 1989. Pasar Pagi bisa menjadi pilihan tempat belanja bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Jakarta.
Di sini Anda bisa mendapatkan banyak barang-barang dengan harga grosir, dan mencoba berbagai jajanan tradisional yang ada di area Jajanan Jadoel, lantai 2.
Dari sini, jika Anda masih belum kenyang perjalanan wisata kuliner bisa dilanjutkan ke gedung ITC Mangga Dua Mall dengan berbagai makanan legendaris yang tak kalah enaknya.
(Foto: Instagram/@pasar_pagi_mangga_dua_jakarta)
Berjalan sejauh 650 meter kita menuju destinasi selanjutnya, yaitu Gereja Sion yaitu Gereja Portugis. Uniknya nama Portugis pada gereja ini bukanlah identitas dari orang yang membangun gereja tersebut, melainkan orang-orang Belanda lah yang menbangunnya yang diperuntukkan bagi kaum Portugis Hitam (Mardijkers) yang dibawa dengan status budak. Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Pieter Van Hoorn pada 19 Oktober 1693.
4. Rute Pecinan
Rute walking tour selanjutnya dimulai dari Petak Sembilan, memulai perjalanan dengan mencicipi kuliner khas Tionghoa. 200 meter dari Petak Sembilan ada Vihara Dharma Jaya Toasebio, salah satu Vihara tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak tahun 1751 dan telah ditetapkan oleh pihak pemerintah sebagai peninggalan sejarah yang kini telah berumur 271 tahun.
Gereja Santa de Maria de Fatima terletak 130 meter dari Vihara, Gereja Santa de Maria de Fatima dibangun dengan arsitektur khas Tionghoa, dan berdiri sejak abad ke-19.