2. Sendi yang aus: Seperti persendian lain di tubuh, persendian leher cenderung aus seiring kita bertambah usia, atau dengan kata lain semakin tua maka sendi-sendi di tubuh semakin aus. Menanggapi keausan ini, tubuh sering membentuk taji tulang yang dapat memengaruhi gerak sendi dan menyebabkan nyeri.
3. Kompresi saraf: Dikenal dengan disk hernia atau taji tulang di tulang belakang leher yang bisa menekan saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang.
4. Cedera: Tabrakan otomatis dari belakang sering mengakibatkan cedera whiplash, kondisi ini terjadi ketika kepala tersentak ke belakang dan kemudian ke depan, meregangkan jaringan lunak leher.
5. Penyakit: Mengidap penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, meningitis atau kanker, bisa menyebabkan nyeri pada leher.
BACA JUGA:4 Makanan Penyebab Sakit Kepala, Es Krim Salah Satunya!
BACA JUGA:12 Ciri-ciri Penyakit Amandel yang Perlu Diwaspadai, Jangan Disepelekan!
(Rizky Pradita Ananda)