5 Penyebab Sakit Leher Seperti yang Dialami Nikita Mirzani

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 12 Desember 2022 17:30 WIB
Nikita Mirzani, (Foto: Dok/MPI)
Share :

NIKITA Mirzani mengaku mengalami pengapuran sendi, yang membuat lehernya nyeri hingga dirinya sulit untuk menoleh.

Kondisi kesehatannya ini, diungkap Nikita saat hadir di persidangan lanjutan kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan dirinya di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten, hari ini.

"Iya di leher ada pengepuran, kemarin mau ketemu dokter, mau dijelasin karena tulangnya nomor 4 sama nomor 5 keluar, makannya sebelah sini menonjol," kata Nikita Mirzani dalam ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten, Senin (12/12/2022).

Gejala dari sakit leher ini sendiri meliputi rasa nyeri yang sering diperparah dengan menahan kepala di satu tempat dalam waktu lama (contohnya mengemudi atau bekerja di depan komputer), tegang, kejang otot, penurunan daya kemampuan menggerakkan kepala, hingga sakit kepala.

Selain pengapuran sendi seperti yang dialami Nikita, masih banyak penyebab timbulnya rasa nyeri di leher. Meski memang kondisi sakit di leher adalah situasi biasa yang sering terjadi dan jarang menjadi gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius. Bukan artinya, nyeri di leher bisa disepelekan dan tak diobati.

Supaya penanganan dan pengobatannya tepat, maka harus tahu dulu apa saja penyebabnya. Berikut ulasan singkat, berbagai penyebab nyeri di leher, sebagaimana menukil Mayo Clinic.

1. Strain otot (otot tegang): Ketegangan otot di area leher ini bisa dipicu karena pemakaian leher yang berlebihan, seperti terlalu banyak berjam-jam membungkuk di depan komputer atau menunduk melihat ponsel. Jangan salah! Bahkan hal-hal kecil, seperti membaca di tempat tidur, dapat membuat otot leher tegang loh!

2. Sendi yang aus: Seperti persendian lain di tubuh, persendian leher cenderung aus seiring kita bertambah usia, atau dengan kata lain semakin tua maka sendi-sendi di tubuh semakin aus. Menanggapi keausan ini, tubuh sering membentuk taji tulang yang dapat memengaruhi gerak sendi dan menyebabkan nyeri.

3. Kompresi saraf: Dikenal dengan disk hernia atau taji tulang di tulang belakang leher yang bisa menekan saraf yang bercabang dari sumsum tulang belakang.

4. Cedera: Tabrakan otomatis dari belakang sering mengakibatkan cedera whiplash, kondisi ini terjadi ketika kepala tersentak ke belakang dan kemudian ke depan, meregangkan jaringan lunak leher.

5. Penyakit: Mengidap penyakit tertentu, seperti rheumatoid arthritis, meningitis atau kanker, bisa menyebabkan nyeri pada leher.

 BACA JUGA:4 Makanan Penyebab Sakit Kepala, Es Krim Salah Satunya!

BACA JUGA:12 Ciri-ciri Penyakit Amandel yang Perlu Diwaspadai, Jangan Disepelekan!

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya