“Ada juga orang yang berargumen bahwa ‘saya heel strike aman-aman saja’ dan memang semakin ke sini enggak jadi harga mati orang yang larinya hill strike yaitu tumitnya mendarat duluan pasti cedera, banyak pelari-pelari keren yang larinya pakai heel strike,” kata Dr. Andhika lagi.
Namun ia menyarankan, untuk menghindari kemungkinan cedera yang dapat terjadi saat berlari. Lebih efisien dianjurkan berlari menggunakan form midfoot strike.
“Tapi, kalau mau efisien mau lebih baik, memang seringkali dianjurkannya midfoot strike atau mid strike” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengimbau saat berolahraga lari tidak dianjurkan untuk mengubah dan memaksakan running form yang baru, karena memang butuh waktu penyesuaian untuk melakukan teknik lari baru yang memakan waktu hitungan minggu atau bahkan sampai berbulan-bulan.
“Saya anjurkan, kalau kita memang pelari heel strike memang sudah terbiasa lari heel strike jangan buru-buru mengubah. Sebab, kuncinya adalah sesuatu yang mendadak berubah seringkali berujung dengan cedera,” pungkas Dr. Andhika
(Rizky Pradita Ananda)