Selain itu, paparan yang berulang terhadap rasa pahit pada sayur memicu perubahan protein pada air liur. Hal ini jadi membuatmu lebih “kebal” terhadap rasa pahit tersebut. Oleh sebab itu, faktor kebiasaan atau pola makan sehat sehari-sehari juga berperan penting dalam membuat seseorang suka sayur.
Sebagai contoh, saat berada di rumah, anak tidak dibiasakan makan sayur setiap hari. Apabila kebiasaan ini bertahan, anak pun akan menolak sayuran hingga dia dewasa. Selain adanya pengaruh dari lingkungan, keinginan untuk makan sayur seharusnya timbul dari diri sendiri.
Ingatlah, jangan hanya mau makan sayur saat sedang sakit atau merasa tidak fit. Hal ini justru membuat kamu tidak terbiasa dengan makan sayur. Kamu bisa mengolah sayur menjadi sup, salad, lalapan, atau dicampur dengan bahan makanan lain menjadi gado-gado.
Kurangi juga asupan junk food dan fast food. Makanan yang memiliki cita rasa kuat ini diyakini bisa membuatmu jadi malas untuk makan sayur. Jadi, seseorang yang tidak suka makan sayur memang bisa disebabkan oleh faktor genetik. Namun, kebiasaan yang dibentuk sejak dini serta faktor lingkungan ikut berperan.
Sebagai orang tua, biasakanlah anak untuk makan sayur. Orang tua bisa memulainya dari diri sendiri. Saat anak melihat orang tuanya rutin mengonsumsi sayur, lama-lama dia akan tertarik juga.
(Martin Bagya Kertiyasa)