Alun-Alun Kota Tersibuk
Terletak di kawasan medina Kota Maroko Marrakesh, Jemaa el-Fnaa merupakan alun-alun tersibuk di Afrika. Banyak penduduk lokal hingga turis menghabiskan waktu bersantai di alun-alun ini.
Alun-alun menawarkan pandangan sekilas kehidupan budaya Maroko. Penari Chleun, pendongeng, pesulap, penjual obat tradisional, dan pawang ular menghibur para pengunjung alun-alun.
Terdapat juga, kios makanan yang menjual makanan lokal di alun-alun menjelang malam. Souk Marrakesh, pasar tradisional yang menjual benda-benda kebutuhan penduduk lokal dan turis, terletak di tepi Jemaa el-Fnaa. Taman, kafe, dan hotel terletak di sekitar alun-alun.
Laut, Pegunungan dan Gurun
Maroko tak hanya tentang kekayaan sejarah dan budaya tetapi juga memiliki banyak keajaiban alam. Lanskap negara ini sangat bervariasi dan mencakup garis pantai di Samudra Atlantik dan Laut Mediterania, puncak tinggi pegunungan Atlas yang diselimuti salju, dan bentangan luas gurun Sahara.
Situs Warisan Dunia UNESCO
Maroko dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata terbesar di Afrika Utara. Stabilitas politik bangsa memicu pertumbuhan pariwisata di negara ini. Pemerintah negara juga tertarik untuk lebih mempromosikan.
Negara ini memiliki sembilan situs warisan dunia UNESCO. Masing-masing situs ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur luar biasa yang wajib Anda kunjungi.
Rumah Bagi Kota Merah
Marrakesh adalah kota terbesar keempat Maroko. Marrakesh memiliki sejarah, arsitektur, dan budaya yang kaya. Tak hanya Itu Marrakesh merupakan, salah satu kota kekaisaran terpenting di negara itu.
Ali ibn Yusuf, seorang raja dari dinasti Almoravid membangun tembok merah untuk menjaga kota. Banyak bangunan merah juga dibangun di dalam kota. Warna merah dijadikan sebagai nama julukan "Kota Merah" atau "Kota Ochre".
(Salman Mardira)