Kasus obat sirup ini berawal dari banyaknya anak-anak yang terkena gagal ginjal akut. Bahkan banyak anak yang sakit parah hingga meninggal dunia. Oleh karena itu kasus ini harus dikawal sampai akhir.
Hingga kini masih 14 anak dengan gagal ginjal akut (GGA) yang masih dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kementerian kesehatan menyampaikan bahwa kasus didominasi oleh anak-anak sekitar usia 1-5 tahun.
Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan, dari ke-14 pasien tersebut, dilaporkan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), melainkan murni sakit GGA yang disebabkan oleh toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat.
(Dyah Ratna Meta Novia)