Intip Makna dan Filosofi Tari Pandet, Tarian Penyambut Delegasi KTT G20 Bali

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis
Selasa 15 November 2022 18:00 WIB
Presiden AS Joe Biden disambut Tari Pandet saat tiba di Bali (Foto: Kemenparekraf)
Share :

PARA pemimpin negara dan kepala delegasi yang tiba di Bali untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 pada 15-16 November 2022, langsung disambut dengan Tari Pandet.

Tarian khas Bali yang sering dipersembahkan untuk menyambut tamu ini memiliki keindahan lekuk tubuh, dan makna dari setiap gerakan serta alur ceritanya.

Filosofi Tari Pendet

Tari Pendet memiliki unsur sakral, tarian akan dilakukan oleh sepasang penari wanita setelah menampilkan tarian Rejang yang dilakukan di halaman pura. Tarian ini dipentaskan di depan pemandu suci atau disebut juga pelinggih.

 BACA JUGA:7 Fakta Menarik Air Force One, Pesawat yang Angkut Joe Biden ke Bali

Dalam pementasan penari dirias menggunakan riasan upacara keagamaan dan juga pakaian upacara. Serta penari membawa perlengkapan sajen sebagai persembahan seperti, wadah air suci atau sangku, kendi, cawan dan persembahan lainnya.

 

Di sisi lain, penari juga membawa mangkuk perak berisi bunga. Setelah itu, saat tarian berakhir, bunga dalam mangkuk akan diletakkan di atas penonton sebagai ucapan selamat datang. Oleh karena itu, tari Pendet juga ditampilkan untuk menyambut tamu.

 BACA JUGA:Fakta Menarik Apurva Kempinski Bali, Lokasi Utama KTT G20 dengan View Mengagumkan

Musik Pengiring

Seperti tari tradisional lainnya tari pendet juga diiringi oleh musik pengiring. suara yang berasal dari tetabuhan gamelan atau Gong Kebyar saling menyatu sesuai ritme para penari. saat Gong Kebyar dimainkan dengan ritme cepat, gerakan penari mengikutinya. Begitu pula sebaliknya saat ritme gong menurun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya