7. Ada bahan dari minyak wijen
Payung kertas yang berasal dari Kyoto, dibuat dari bahan bambu kameoka khas Kyoto. Bahan kertasnya bernama Meinong Gifu, yang diolesi dengan minyak wijen serta diikat tali halus.
(Payung Wagasa, Foto: kyoto-tsujikura.com)
Corak khas yang menjadi ciri payung asal Kyoto adalah lingkaran di sisi bagian luar kertas payung yang disebut janomegasa.
8. Pernah dijadikan mas kawin
Pada awal periode Hakka, payung juga diberikan sebagai mas kawin. Hal tersebut memberikan perlambang sekaligus harapan bagi pasangan agar dikaruniai anak laki-laki, atau juga banyak anak dan cucu.
(Rizka Diputra)