Prof Raymond melanjutkan, tidak mudah untuk membuat obat seperti Fomepizole. Artinya, jika obat ini dinilai sangat dibutuhkan untuk kasus gangguan ginjal akut dan diharapkan bisa diproduksi di dalam negeri, itu tidak mudah dilakukan.
"Proses pembuatan obat seperti Fomepizole itu panjang dan lama. Jadi, tidak bisa diminta untuk segera produksi, karena membutuhkan penelitian yang mumpuni sampai bisa masuk ke proses produksi obat," tambahnya.
Menurut data Kemenkes, Indonesia sudah memiliki 246 Fomepizole. Sebanyak 30 vial dibeli dari Singapura, sisanya adalah hibah Australia (16) dan Jepang (200). Kemenkes sendiri sudah dalam proses membeli 70 vial Fomepizole dari AS yang mana obatnya kini masih dalam proses impor ke Indonesia.
(Dyah Ratna Meta Novia)