KEMENTERIAN Kesehatan menggunakan obat Fomepizole sebagai upaya menekan keparahan pasien gangguan ginjal akut. Obat ini terbukti berdampak baik pada pasien, karena itu Kemenkes berencana mendatangkan lagi obat dari luar negeri.
"Dalam waktu dekat obat Fomepizole dari Amerika Serikat datang," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalucia saat ditemui langsung di ICE BSD, Kamis (3/11/2022).
Rizka menjelaskan bahwa Fomepizole yang dari Amerika Serikat memang dibeli, bukan bentuk hibah atau pemberian. Namun, jumlah yang dibeli tidak begitu banyak. "Kami beli hanya 70 vial," terangnya.
Sejumlah 70 vial Fomepizole tersebut, sambung Rizka, dibeli dengan tujuan sebagai cadangan obat. Dia pun berharap kasus gangguan ginjal akut tidak bertambah banyak, sehingga obat cadangan tersebut tidak dipergunakan.
"Kami tentu berharap yang terbaik bahwa pasien gangguan ginjal akut tidak bertambah lagi, sehingga obat-obatan ini tidak didatangkan lagi," ungkapnya.
Hingga kini Fomepizole yang sudah dimiliki Indonesia sebanyak 246, 30 di antaranya adalah hasil pembelian dari Singapura. Sisanya adalah hibah dari Jepang (200) dan Australia (16).
BACA JUGA:Menkes: Kemungkinan Besar Gagal Ginjal Akut Akibat Keracunan EG dan DEG
Sebanyak 17 rumah sakit sudah mendapat jatah obat ini. Berdasar data Kemenkes per 1 November, sisa stok Fomepizole di rumah sakit ada 115 vial. Artinya, obat Fomepizole ini baru dipakai sebanyak 31 vial.