"Dalam proses biopsi, ditemukan kristal oksalat hasil metabolisme kalsium oksalat, yang mana itu adalah hasil akhir dari EG dan DEG. Ini yang kemudian membauat ginjal rusak," terang Dokter Syahril.
"Dengan temuan ini, kami simpulkan bahwa penyebab dari gangguan ginjal akut yang saat ini terjadi mengerucut ke arah sana (keracunan EG dan DEG dari konsumsi obat yang menggunakan pelarut mengandung EG dan DEG)," tegasnya.
Kini, BPOM maupun Polri tengah menindaklanjuti temuan EG dan DEG pada obat cair yang mengandung EG dan DEG dengan kadar sangat tinggi.
"Sekarang sudah ditindaklanjuti produk obat cair yang kadar EG dan DEG-nya di atas ambang batas aman, sehingga produk tersebut sudah ditarik dari peredaran dan dilarang untuk diedarkan kembali ke pasar" tambah Dokter Syahril.
(Dyah Ratna Meta Novia)