SAAT ini banyak anak terkena gangguan ginjal akut . Penyebab pastinya belum diketahui, namun kuat dugaan akibat kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).
Lantas manakah yang lebih berbahaya antara EG dan DEG?
Menurut pakar kesehatan Prof Zubairi keduanya sama-sama berbahaya. Etilen glikol sudah terbukti berbahaya karena sudah ada obat yang ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sementara untuk dietilen glikol (DEG) terbukti berbahaya, melihat story tahun 1955. Kejadian yang terjadi di Haiti adanya obat sirup Paracetamol terkontaminasi DEG sehingga menewaskan sekitar 70 orang.
"Pertanyaan apakah EG bahaya? Kalau sekarang kan sudah terbukti fatal. kalau DEG juga sebetulnya fatal itu kejadiannya dari November 1995 sampai Juni 1996 di Haidi yang gliserinnya terkontaminasi DEG, meninggal lebih dari 75 orang seingat saya," jelas Pakar Kesehatan, Prof. dr. Zubairi Djoerban kepada MNC Portal.
Melansir dari berbagai sumber bahwa etilen glikol (EG) di Indonesia menjadi dugaan kuat atas kasus gangguan ginjal akut pada anak. Hingga saat ini jumlahnya sudah 241 kasus dengan 133 anak meninggal dunia atau 50%.
BACA JUGA:Gagal Ginjal Akut Anak Turun Drastis Sejak Peredaran 3 Obat Sirup dengan Cemaran EG Dihentikan
Menurut Prof Zubairi kedua senyawa EG dan DEG memiliki kesamaan, yang diproduksi dari material sama yaitu etilen. Namun perbedaannya EG dibentuk karena satu molekul atau molekul individual.