Siapa yang pertama kali membuat kaca? Bagaimana pertama kali kaca dibuat? Well, tidak ada yang tahu persis kapan pertama kali orang mulai menggunakan kaca. Namun, ada bukti fisik penggunaan bahan ini tercatat sekitar 3100 SM di era Mesir kuno.
Bicara bagaimana sejarah pembuatan kaca, proses awalnya tentu sangat berbeda dengan teknik yang digunakan saat ini. Apalagi dengan masifnya penggunaan teknologi modern, yang memungkinkan produsen membuat berbagai jenis yang dapat Anda pilih agar sesuai dengan berbagai tujuan. Salah satu produk kaca yang ada adalah tempered glass atau kaca tempered, yang saat ini bisa didapatkan di toko kaca tempered terdekat.
Banyak pertanyaan yang muncul mengenai kaca tempered, mulai dari karakteristiknya hingga perbedaan dengan kaca biasa. Untuk mengetahui lebih jelas apa itu tempered glass atau kaca tempered, Anda bisa melihat informasi lengkapnya di bawah ini, termasuk perbedaan antara kaca tempered dan kaca biasa.
Tempered glass sendiri merupakan kaca yang dikeraskan, diproses dengan memaksimalkan termal atau kimia yang terkontrol untuk meningkatkan kekuatannya. Kaca tempered memiliki setidaknya kekuatan lima kali lebih kuat dari kaca biasa. Tegangan permukaan tekan memungkinkan kaca tempered memiliki kekuatan yang lebih baik.
Kaca tempered sendiri dibuat dengan teknik pemanasan menggunakan tungku khusus yang memanaskannya jauh di atas suhu transisi 564 °C (1.047 °F) menjadi sekitar 620 °C (1.148 °F). Setelahnya, proses pembuatan dilanjutkan dengan proses pendinginan dengan cepat. Cara pendinginan adalah dengan menghembuskan udara ke seluruh permukaan pada dua sisi secara merata. Ada juga campur tangan bahan kimia dalam proses pengerasan. Proses pengerasan secara kimia ini meningkatkan kekuatan dibandingkan pengerasan menggunakan metode termal, dan dapat diterapkan pada objek kaca dengan bentuk kompleks.
Karena menjalani proses secara khusus, kaca tempered terbukti memiliki kekuatan lima kali lebih baik dari kaca biasa, tiga kali lebih kuat dari kaca yang mengalami proses pemanasan, memiliki tingkat keamanan yang lebih baik, dapat menahan suhu yang tidak merata dan cenderung tinggi. Bandingkan dengan kaca biasa, yang rentan terhadap kerusakan termal.
Dalam hal penggunaan, kaca tempered juga memiliki rentang pilihan penggunaan yang lebih luas dibanding kaca biasa, mempertimbangkan kualitas dari produk itu sendiri. Kaca tempered bisa diaplikasikan untuk berbagai keperluan, dari partisi kaca, pintu kaca, kanopi kaca, railing kaca untuk area interior. Bahkan kaca tempered juga sering digunakan sebagai fasad gedung perkantoran dan hotel untuk mendapatkan kaca tempered berkualitas. Kamu bisa mengunjungi toko kaca tempered terdekat seperti Vertuglass.
Lalu, apa yang membedakan antara kaca tempered dan kaca biasa?
Secara bahan dasar pembuatan, kaca tempered dan kaca biasa menggunakan material yang sama, seperti pasir silika, bahan daur ulang, soda abu dan batu kapur. Bedanya adalah proses produksi keduanya. Kaca biasa diproduksi dengan melibatkan proses pemanasan. Sementara kaca tempered melewati proses yang lebih kompleks dan panjang, baik proses pemanasan dengan temperatur tinggi, dilanjutkan pendinginan dengan aliran udara dingin dan penggunaan bahan-bahan kimia tambahan.
Karena perbedaan proses pembuatan ini, kaca biasa dan kaca tempered memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal harga. Kaca biasa tentunya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kaca tempered, karena prosesnya yang tidak terlalu rumit.
Namun, jika berbicara kualitas, kaca tempered memiliki tingkatan yang jauh lebih baik, terutama dalam hal kekuatan dan keamanan. Di kamar mandi misalnya, kaca tempered ideal jadi pilihan, di mana permukaan licin meningkatkan risiko cedera pribadi akibat pecahan kaca, yang berbentuk serpihan kecil dan kurang tajam, yang dianggap lebih aman daripada jenis kaca biasa. Kaca tempered juga penting digunakan di jendela dan pintu yang terletak dekat dengan permukaan tanah.
Secara visual, kaca tempered sulit dibedakan dengan kaca biasa. Namun, jika diperhatikan seksama, Anda bakal mengetahui kaca tempered memiliki tepi yang lebih halus, namun tidak terlalu mulus di permukaan karena proses pemanasan yang intens. Namun begitu, ketidaksempurnaan ini tidak terlalu terlihat secara nyata.
Cara termudah membedakannya adalah dengan mencari stempel kecil yang terukir di dekat tepinya. Stempel dalam kaca tempered ini memberi nama pabrikan dan memberi tahu Anda bahwa itu memenuhi standar produksi.
Hal lain yang membedakan kaca biasa dengan kaca tempered adalah proses penggunaan. Kaca biasa bisa dipotong dan disesuaikan dengan frame di mana kaca akan dipasang. Hal ini tidak bisa dilakukan untuk kaca tempered. Kaca jenis ini harus dipotong sesuai ukuran atau ditekan untuk dibentuk sebelum melalui proses temper, dan tidak dapat dikerjakan ulang setelah temper. Pemolesan tepi atau lubang pengeboran pada kaca dilakukan sebelum proses tempering dimulai. Karena tekanan yang seimbang di kaca, kerusakan pada bagian mana pun pada akhirnya akan mengakibatkan kaca pecah menjadi potongan dan serpihan kecil.
Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih di antara kedua jenis ini. Anggaran Anda, bersama dengan area di mana kaca akan ditempatkan adalah dua indikator terbesar ke arah mana Anda harus pergi. Seperti biasa, ingatlah bahwa keselamatan adalah yang utama dalam pemilihan dan pemasangan kaca.
(Fitria Dwi Astuti )