Kasus Gagal Ginjal Akut menyita perhatian masyarakat setelah diketahui korbannya adalah anak-anak. Selain jumlahnya yang terus meningkat, kasus kematian akibat Gagal Ginjal Akut inipun mengalami tren kenaikan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut jumlah pasien yang mengidap penyakit gagal ginjal akut menjadi 245 anak, atau mengalami peningkatan dari 241 anak pada data Jumat, 21 Oktober 2022. Penyebaran kasus inipun meningkat dari 22 provinsi yang dilaporkan, kini tersebar di 26 provinsi.
Dalam data yang diungkapkan Budi Sadikin pada Senin 24 Oktober 2022 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, jumlah kasus kematian pun mengalami peningkatan menjadi 141 anak, dari 133 anak pada Jumat lalu. Jumlah ini bukan main besarnya, karena ini menyangkut nyawa manusia.
Usut punya usut, penyebab kasus gagal ginjal akut pada anak diakibatkan jenis obat sirup yang mengandung Etilen Glikol (EG), Dietilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol Butil Eter (EGBE). Dari hasil penyelidikan Kementrian Kesehatan, obat sirup tersebut menyalahi aturan karena kadar EG, DEG, dan EGBE di dalamnya melebihi ambang batas.
Sebenarnya apa sih bahan berbahaya tersebut?
Etilen Glikol adalah sejenis alkohol dan merupakan anggota paling sederhana dari senyawa organik gugus hidroksil. Dikutip dari Britannica, Etilen Glikol berbentuk cairan bening dan sedikit kental. Salah satu fungsinya sebagai pelarut.