Menguak Sejarah dan Potensi Pulau Banda Jadi Destinasi Wisata Prioritas Nasional

Antara, Jurnalis
Kamis 27 Oktober 2022 03:07 WIB
Keindahan Pulau Banda di Maluku (Foto: Instagram @mutiara.t.vani)
Share :

MENYEBUT nama Pulau Banda, akan membawa ingatan banyak orang untuk menguak sejarah bagaimana peran gugusan kepulauan di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, itu sebagai pusat perhatian dalam perdagangan dan politik Internasional.

Banda terkenal sebagai penghasil rempah pala yang harganya melebihi berlian di lalu. Keharuman rempah pala dan fuli (kulit pembungkus biji pala) menjadikan gugusan Pulau Banda begitu penting dan menjadi rebutan bangsa Eropa sejak abad ke-15.

Perjanjian Breda yang merupakan kesepakatan antara Inggris dan Belanda pada 1667 atau 355 tahun lalu, menjadi bukti bahwa Kepulauan Banda memegang peranan penting kala itu.

 BACA JUGA:6 Fakta Unik Banda Neira, Lokasi Pengasingan Bung Hatta hingga Mau Ditukar dengan Manhattan

Kesepakatan tersebut terkait penyerahan Manhattan (New York saat ini) kepada Inggris. Kompensasinya, Inggris menyerahkan Pulau Run, salah satu dari tujuh pulau di Banda, kepada Belanda pada 31 Juli 1667, sekaligus mengakhiri perang Anglo–Belanda kedua.

 

Wisata unggulan

Keberadaan Pulau Banda saat ini, selain termasuk dalam narasi sejarah Jalur Rempah Indonesia, Banda kini juga dikenal sebagai objek wisata sejarah menarik perhatian wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk datang berkunjung.

Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, kini memperjuangkan Pulau Banda menjadi prioritas objek wisata di tingkat nasional. Dispar Maluku telah menyepakati Banda sebagai destinasi wisata prioritas nasional karena kaya potensi wisata yang lengkap.

 BACA JUGA:7 Destinasi Wisata Terbaik Banda Neira, Serpihan Surga di Timur Indonesia

Selain termasuk dalam narasi sejarah jalur rempah yang akan diusulkan organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (Unesco) Perserikatan Bangsa-Bangsa, Banda juga terkenal kaya akan peninggalan bangunan bersejarah, seperti benteng, rumah ibadah, rumah kuno yang masih ditempati warga hingga rumah pengasingan tokoh proklamator.

Selain itu, Banda juga kaya potensi wisata bahari yang sangat menjanjikan, terutama untuk menyelam dan snorkling, melimpahnya potensi perikanan dan biota laut bernilai ekonomis tinggi di pasaran internasional, maupun kekayaan seni budaya yang terbentuk karena akulturasi budaya Melayu, India dan Eropa.

Pengembangan pulau tempat pengasingan Proklamator Muhammad Hatta atau "Bung Hatta" itu sebagai unggulan dan prioritas utama objek wisata, bukan berarti mengesampingkan daerah lain yang juga kaya akan potensi pariwisata.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya