KESEHATAN mental yang buruk bisa berdampak pada kesehatan fisik manusia. Hal itu menyebabkan masalah yang selaras dengan tekanan darah, serta variasi detak jantung, penyakit kardiovaskular, hingga kegagalan organ.
Namun, menurut studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di University of South Australia, University of Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Tunku Abdul Rahma yang meminjau 12 studi, di mana studi tersebut mengamati kecemasan, depresi, gangguan panik dan sebagainya.
Menurut studi tersebut, usia dan gangguan mental erat kaitannya dengan variasi tekanan yang lebih besar di siang hari.
Selain itu, peneliti tersebut pun menemukan. Bahwa untuk yang mereka yang menderita penyakit mental, detak jantungnya tidak akan beradaptasi dengan sensor eksternal.
Sejumlah peneliti pun menyoroti perihal bertentangan dan kepercayaan. Karena, jantung sehat bukanlah jantung yang berdetak dengan kecepatan yang sama sepanjang waktu, tapi jantung yang menyesuaikan berdasarkan perihal lingkungan psikoligis.
Variasi detak jantung yang berkurang pun bisa terlihat daripada orang dengan penyakit mental, kemudian menunjukan bahwa respons stres tubuh buruk, bapabila memperburuk efek negatif dari stres kronis.