KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melaporkan total kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia mencapai 206 orang per Selasa (18/10). Dari ratusan kasus itu, 99 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, jumlah kasus tersebut diambil dari 20 provinsi di Indonesia.
Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Monitoring Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra meminta pemerintah segera mengungkap penyebab gagal ginjal akut yang diidap anak-anak di Indonesia.
Dari data Kementerian Kesehatan, setidaknya 206 anak di Indonesia mengalami gagal ginjal akut hingga 18 Oktober 2022.
BACA JUGA:Gangguan Ginjal Akut pada Anak Masih Misterius, Ini 6 Saran Dokter Buat Orangtua!
"KPAI berharap korban yang sudah berada diangka 200 lebih, dapat segera membuat terang benderang kasus, agar semua penyebabnya dapat segera disampaikan para pihak yang berwenang. Karena situasi sudah setahun dan belum mendapatkan titik terang penyebabnya, sehingga korban terus berjatuhan," ujar Jasra Putra, Kamis (20/10/2022).
Pemerintah, ujar dia, harus bergerak cepat untuk mengetahui dan menanggulanginya. Pasalnya yang menjadi korban adalah bayi, batita, balita, serta anak-anak di atas usia lima tahun.
"Kita membayangkan kondisi orangtua yang anaknya baru saja dilahirkan, harus menerima kondisi yang tidak pernah diharapkan. Dengan dugaan meninggal yang belum jelas penyebabnya. Tentu ada trauma mendalam yang sangat membutuhkan pendampingan," ucapnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)