"Kasus gangguan ginjal akut pada anak di Gambia dihubungkan dengan penggunaan paracetamol sirup yang terkontaminasi etilen glikol yang berasal dari India. Jadi, salahnya pada etilen glikol, bukan paracetamol sebagai penyebab gangguan ginjal akut anak yang sebagian besar berakhir pada kematian," ungkap Prof Ari.
Karena Kemenkes dan BPOM pun belum menyampaikan apa komponen berbahaya yang ada di dalam obat cair yang diduga jadi penyebab gangguan ginjal akut, Prof Ari mengimbau untuk menunggu hasil investigasi. "Kita tunggu investigasi BPOM untuk paracetamol sirup yang beredar di Indonesia," tambahnya.
Sementara itu, Syahril mengatakan bahwa paracetamol masih bisa dipakai tapi dalam sediaan selain sirup, misalnya tablet, kapsul, atau pil. "Jadi, demi menyelamatkan nyawa manusia, kami imbau untuk sementara ini tidak mengonsumsi obat cair hingga hasil investigasi keluar," ungkapnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)