GANGGUAN ginjal akut sementara ini diduga akibat konsumsi obat cair. Terlebih, Kementerian Kesehatan menemukan jejak senyawa berbahaya di sampel obat yang dikonsumsi pasien.
Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menegaskan bahwa bukan karena paracetamol, melainkan komponen lain yang terkandung di dalam obat cair tersebut.
"Pada kasus di Gambia, 2 komponen yang disalahkan adalah etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Tapi, kalau di kita, kami belum bisa sampaikan senyawa berbahaya apa yang berpotensi sebabkan gangguan ginjal akut yang ada di obat yang dikonsumsi pasien," papar Syahril di konferensi pers virtual, Rabu (19/10/2022).
Hal serupa juga disampaikan Ahli Kesehatan Prof Ari Fahrial Syam bahwa bukan salah paracetamol dalam kasus gangguan ginjal akut ini, melainkan komponen lain yang ada di dalam obat cair.
BACA JUGA:IDAI Telusuri Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak 8 Bulan di Banyumas
"Sudah lebih dari 30 tahun saya menggunakan paracetamol untuk pasien-pasien dan obat ini aman untuk ginjal," terangnya.